MENGASAH BATANG BESI MENJADI JARUM

Li Pai adalah salah seorang dari 8 penyair terbesar pada zaman Thang dan Sung. Syair-syairnya tidak ada yang tidak dikenal orang, namanya harum hingga saat ini. Namun, di masa kecilnya, Li Pai adalah seorang anak  yang lebih suka bermain-main, daripada belajar membaca dan menulis.

Suatu saat, ketika gurunya tidak berada di tempat, ia keluar dari kelas dan bermain di tepi sungai. Ketika hendak menangkap ikan, ia melihat  seorang nenek sedang memusatkan perhatiannya pada sebatang besi yang diasahnya di atas sebuah batu. Li Pai memperhatikannya selama setengah hari, namun si nenek itu tetap saja mengasah batang besi tersebut. Akhirnya dengan perasaan aneh, ia bertanya, "Nenek, Anda sedang apa?"

Nenek tua menjawab, "Saya sedang mengasah sebuah jarum untuk menyulam." 
Mengasah Jarum? 
Batang besi sedemikian besarnya, mau diasah sampai kapan?" 

Benar, nak!" nenek tua mengangkat kepala, memandang Li Pai dan berkata, 
"Walaupun batang besi ini besar, namun semakin diasah akan semakin kecil. 
Asalkan saya tidak berhenti mengasah, besi ini pasti akan menjadi jarum."
Setelah mendengar ini, sekejap kemudian Li Pai menjadi sadar dan dengan cepat kembali ke sekolah.

Hikmah dari cerita ini:
Tidak ada hal yang sulit di dunia ini, yang perlu kita cemaskan hanyalah niat dari setiap orang untuk melakukan sesuatu.

Asalkan Anda memiliki cita-cita yang mulia, ingin maju dan berani berkorban dengan semangat "Tidak Menyerah Karena Rintangan", ulet, 
ditambah tekad "Tidak Mencapai Tujuan, Hati Tidak Menyerah", bekerja keras, tahan banting, jelas dapat mencapai cita-cita yang mulia dan membangun usaha besar.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MENGASAH BATANG BESI MENJADI JARUM"

Post a Comment