Tuhan Pernah Berbisik

Ketika aku kirimkan padamu seorang teman, Aku tidak memberikan seorang yang sempurna karena engkaupun tidak
sempurna. Aku mempertemukanmu dengan teman – teman yang sama dengan mu, sehingga kalian dapat saling mengisi, berbagi dan tumbuh bersama.

Jika engkau memancing ikan, ketika ikan itu terkait di mata kail, hendaklah angkat dan jagalah ia dengan baik.
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia begitu saja…. Karena ia akan sakit oleh ketajaman mata kailmu.

Begitulah juga dalam kehidupan, janganlah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang, bila memang rasa itu tak pernah ada.

Ketika engkau menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi ia mengingat…

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan
terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu tangguh, tapi cukuplah sebatas apa yang engkau perlukan. Karena bila ia sekali retak, akan sukar bagimu untuk menjadikannya kembali seperti semula.

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang,terimalah seadanya. Jangan kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya terlalu istimewa.

Anggaplah ia manusia biasa, sehingga apabila sekali ia melakukan kesilapan maka akan lebih mudah bagi kamu untuk menerima ketidaksempurnaannya dan memaafkannya.
Berbagilah kasih, berusahalah saling menerima dan peliharalah sifat mudah memaafkan. Begitu juga ketika kamu bertemu dengan seorang yang membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu dengan tulus dan sepenuh hati,
mengapa kamu harus lengah dan mencoba membandingkannya dengan yang lain ??
Ingatlah, jangan pernah mengejar kesempurnaan, karena kelak kamu akan kehilangan yang terbaik yang sudah kamu raih.

Ya Tuhan, terima kasih atas bisikan indah-Mu. Aku mohon ya Tuhan, ketika aku menyukai seseorang, tolong
ingatkan aku bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Pada masanya
segalanya akan berakhir. Sehingga ketika ia meninggalkanku, aku akan kuat dan tegar karena aku bersama Yang
Tak Pernah Berakhir, yaitu Cinta-Mu TUHAN…
Mencintai seseorang adalah keharusan, Dicintai seseorang adalah kebahagian, Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA..


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tuhan Pernah Berbisik"

Post a Comment